Buffer (Ikat Kepala) Gerindra


BUFFER (Ikat Kepala Garuda)

Harga : Rp. 50.000,-per pcs
(Belum Termasuk Ongkos Kirim)
Disc. 10% untuk  pemesanan minimal 5 pcs
 
Pemesanan : 0838 1895 1818

Pemerintah Dorong Pemasaran Produk Via Media Online



BATAM - Kementerian Koperasi dan UMKM akan terus mendorong pelaku UMKM untuk menggunakan publikasi produk di media sosial online sebagai langkah promosi UMKM.
Asisten Deputi Urusan Informasi dan Publikasi Bisnis Kementerian Koperasi dan UKM Adi Tresno Juwono mengatakan Kementerian akan terus memberikan pelatihan pada pelaku UMKM di seluruh Indonesia agar memanfaatkan media online untuk promosi produk-produk mereka. “Program ini hanya sebagai stimulan bagi UMKM lain. Diharapkan pelaku UMKM yang mengikuti kegiatan ini kelak bisa menularkannya pada pengusaha kecil lain,” kata dia usai membuka kegiatan Temu Solusi Pemasaran Produk KUKM melalui Media Online di Batam, Rabu (27/3/2013).
Pelatihan pemanfaatan media online untuk promosi, papar dia,  sudah diadakan di beberapa provinsi lain seperti Sumatera Barat, Sumatera Selatan, Jawa Tengah, Yogyakarta, Sulawesi Tengah, Kalimantan Selatan, Sumatera Utara, NTB dan akan diteruskan ke daerah-daerah lain.
Menurutnya, penggunaan media sosial online sebagai wadah promosi produk UMKM milik pelaku usaha di Indonesia masih minim. Padahal usaha kecil memerlukan media sosial online untuk mengenalkan produknya dan penggunaan internet mampu memberikan dampak yang besar terhadap kemajuan usaha.
Berdasarkan data Kemenkop UKM, saat ini di seluruh Indonesia baru sekitar 0,15% pelaku UMKM yang mempromosikan produknya secara online. Jumlah itu setara dengan 83.000 pelaku UMKM di Indonesia.
“Di Indonesia berjumlah sekitar 55,2 juta, namun yang memanfaatkan internet sebagai media promosi hanya sekitar 83.000 saja,” tuturnya.
Kegiatan Temu Solusi Pemasaran Produk KUKM melalui Media Online berlangsung selama dua hari. Pada hari pertama peserta mendengarkan penyampaian motivasi dari penulis buku Man Jadda Wa Jada, Akbar Zainuddin. Serta materi dari Hardi Vizon, pemilik mainanbocah.com, toko online yang menjual mainan anak-anak.
Materi yang disampaikan mulai dari pengetahuan sarana apa saja yang bisa dipakai untuk promosi, kelemahan dan kelebihan masing-masing media, cara pembuatan dan pengembangan, hingga konsekuensinya.Peserta yang dipilih yaitu pelaku usaha yang sudah bisa menggunakan komputer, kemudian ada kemauan untuk belajar, dan punya visi untuk mengembangkan usahanya. (k17)

Ransel Anak Islami







Harga Rp. 70.000,- / buah
Minat Hubungi : Muhammad Haris Udin -  0823 1035 9981

 Al Rasyied Mart

Menyediakan dan menjual berbagai macam produk baik SATUAN maupun GROSIR dengan DISKON yang menantang. harga dijamin murah. anda mencoba hub kami, kami buktikan. 
Beralamat di : Jl. Ciledug Raya Tangerang Banten

Ar Rasyied Mart Menyediakan : Obat-obatan Herbal, Buku Islami, CD Islami, Busana Islami,
Ransel Islami, Minyak Wangi, Accecories Islami, dan Lain-lain.

Dapatkan juga informasinya di FB Al Rasyied Mart disini

Warga Aceh Habiskan Sekitar 1 Milyar Untuk Membeli Telur





Prospek usaha peternakan ayam petelur di Aceh sangat menjanjikan. Sayangnya masih sangat sedikit pelaku usaha di Aceh yang terjun ke bisnis satu ini, sehingga menyebabkan sebagian besar kebutuhan harus dipasok dari luar daerah. Kepala Dinas Kesehatan Hewan dan Peternakan (Diskeswannak) Aceh, dr Ir M Yunus MSc menyebutkan, perkiraan kebutuhan telur untuk Aceh per harinya mencapai 1 juta butir. 


“Jika dikalikan dengan harga rata-rata di pasar Rp 1.000 per butir, berarti dalam sehari ada sekitar Rp 1 miliar uang yang dihabiskan masyarakat Aceh untuk membeli telur,” katanya kepada Serambi, Minggu (24/3). Namun masalahnya, uang sebesar itu sebagian besar harus mengalir keluar Aceh karena sekitar 80 persen kebutuhan telur itu berasal dari pasokan luar daerah. 

“Hanya 20 persen yang dipasok dari peternak lokal,” tambah Yunus. Karena itu, ia menilai bahwa usaha peternakan ayam petelur memiliki prospek bisnis yang cukup bagus untuk dikembangkan di Aceh. Apalagi Yunus mengaku sudah menikmati keuntungan usaha bisnis ayam petelur ini jauh hari sebelum dirinya menjabat sebagai kepala dinas. “Saya sudah beternak ayam petelur sejak tahun 2003. Lokasinya di Samahani, Aceh Besar. Saat ini sudah ada sekitar 20.000 ekor ayam petelur yang saya pelihara,” ungkapnya. 

Yunus pun mengajak para pengusaha di Aceh agar mau terjun ke bisnis usaha ayam petelur. Sebab disamping mengurangi ketergantungan akan Medan, juga akan memberi efek ganda kepada perekonomian masyarakat Aceh. “Ada dua hal penting dalam bisnis satu ini, yaitu SDM (sumber daya manusia) yang handal dan modal. SDM saya yakin kita ada, sedangkan modal, ini mungkin yang agak terkendala,” ujarnya. Sebagai gambaran, Yunus memperkirakan, untuk pemenuhan kebutuhan 1 juta butir telur per hari, setidaknya harus memelihara sebanyak 1,4 juta ekor ayam. Untuk itu, dana investasi yang dibutuhkan ditaksir mencapai Rp 1,2 triliun. 

“Itu hanya untuk ayam dan kandang, belum lagi pakan,” timpalnya. Namun kebutuhan dana yang besar itu menurutnya tidak akan terlalu terkendala bila usaha peternakan ini dibuat dalam skala-skala kecil dan menengah oleh masyarakat.

Kandang Murah Sudah Ada di Banda Aceh 

Bagi masyarakat yang berniat membuka usaha peternakan ayam petelur, saat ini di Banda Aceh sudah ada industri kecil yang khusus memproduksi kandang ayam petelur yang terbuat dari kawat baja antikarat. Harga yang ditawarkan juga lebih murah dari harga kandang buatan Medan. 

“Kandang ini sudah banyak dibeli masyarakat yang beternak ayam petelur dalam skala kecil dan menengah,” kata pemilik usaha tersebut, Cut Ovamaletta, kepada Serambi, Minggu (24/3). Ia menyebutkan, kandang itu dijual Rp 16.000 per kilogram, lebih murah dari kandang buatan Medan yang dijual Rp 17.000 per kilogram. Di samping itu, dengan membeli di pabriknya langsung yang berada di Jalan Sudirman II, Desa Geucue Inem, Kota Banda Aceh, juga akan menghemat ongkos angkut sekitar Rp 250 per kilogram. 

Usaha pembuatan kandang ayam petelur ini mendapat perhatian Kepala Dinas PerIndustrian dan Perdagangan Aceh, Safwan SE MS, yang kemarin berkunjung ke lokasi pabrik bersama Kepala Bidang Industri Kecil dan Menengah (IKM), Iskandar SSos MM. Safwan mengatakan, pihaknya siap membantu mempromosikan kandang ayam petelur karya pengusaha lokal tersebut, mengingat sebelumnya sebagian besar kebutuhan kandang harus dipasok dari Medan. “Kami sangat bangga dan akan membantu para pengusaha muda yang berkomitmen untuk memajukan daerahnya dan menurunkan ketergantungan kebutuhan dari daerah lain,” ujar Safwan


Sumber

Koperasi Sunda Hejo Ekspor 200 ton Kopi ke AS


Bandung - Potensi pengembangan tanaman kopi di Kabupaten Bandung, diakui anggota Koperasi Sunda Hejo Rancamanyar Kabupaten Bandung, Egi Maya Kurnia. Sejak dua tahun lalu, Koperasi Sunda Hejo mengekspor 100 hingga 200 ton biji kopi kualitas terbaik ke San Fransisco Amerika Serikat setiap bulannya.


Egi mengatakan, peluang ekspor ke San Fransisco tersebut, hingga saat ini masih terbuka luas. Karena kebutuhan kopi di San Fransisco, mencapai 500 hingga 1.000 ton per bulannya.
"Kemampuan kami saja untuk ekspor ke San Fransisco baru 100-200 ton. Padahal kebutuhannya masih sangat besar, tentu ini peluang yang tidak boleh disia-siakan," kata Egi Maya Kurnia, Jumat (22/3/2013).

Egi mengatakan, selain pasar ekspor ke San Fransisco, peluang ekspor kopi dari Kabupaten Bandung ini masih terbuka luas ke negara-negara lainnya, seperti ke negara-negara Eropa. Apalagi, kata dia, kualitas kopi dari Kabupaten Bandung ini, jauh di atas produk kopi dari Nigeria ataupun Gayo (Aceh).
"Selain pasar Amerika Serikat sebagai tujuan ekspor. Pasar ekspor ke Eropa juga terbuka luas. Ini tinggal kesiapan dan kemauan kita untuk mengisinya," ujarnya.
Selama ini, kata Egi, pertanian kopi di Kabupaten Bandung, lebih banyak mengembangkan jenis Linies (Arabika). Dan memang, jenis kopi ini memiliki kualitas cukup baik. Sehingga, sangat cocok untuk terus dikembangkan.

"Perkebunan kopi rakyat di Kabupaten Bandung tersebar di beberapa kecamatan. Seperti di Kertasari, Pacet, Pangalengan, Pasirjambu, Ciwidey dan Rancabali. Dengan luasan perkebunan lebih dari 400 hektare. Dan potensi perluasan kebunnya pun masih memungkinkan," jelasnya.

Egi mengatakan, meski potensi pertanian kopi di Kabupaten Bandung ini cukup luas. Namun sayangnya, dorongan dan dukungan dari Pemerintah Daerah sangat kurang," katanya.
Padahal, kata dia, pemerintah daerah bisa mengambil peran lebih. Tidak sekadar lips service. Seperti melakukan sertifikasi terhadap bibit kopi unggulan, atau sosialisasi mengenai keuntungan menanam kopi kepada masyarakat.

"Harusnya pemerintah juga melakukan sosialisasi sekaligus memberikan bantuan bibit secara sproradis. Sehingga, muncul kesadaran para petani untuk mau bertani kopi. Sertifikasi bibit juga sangat penting dilakukan oleh pemerintah. Dengan sertifikasi, memberikan jaminan terhadap kualitas produk saat dipasarkan. Contohnya di Jawa Tengah ada sertifikasi yang dikeluarkan pemerintahnya untuk pohon jati, dengan nama Jati Unggul Nusantara, kita juga bisa melakukannya untuk kopi kok " ujarnya.
Selain itu, kata Egi, pemerintah juga harus mendorong pemanfaatan lahan kritis dan tidak terpakai. Agar bisa ditanami kopi oleh masyarakat, tentunya dengan pola kemitraan yang proporsional.

"Kan banyak juga tanah cari desa, atau lahan tidur lainnya yang bisa dipakai. Nah dengan pola kemitraan juga, dapat meningkatkan derajat para buruh tani menjadi petani. Dengan begitu, otomatis dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat," katanya. [Inilahkoran.com]

Pameran Batik KBRI Brunai (29 Agustus - 1 September 2013)


KBRI Bandar Sri Begawan Brunai Darussalam akan menggelar Pameran Batik di Airport Mall Bandar Sri Begawan, Brunai pada tanggal 29 Agustus sampai dengan 1 September 2013.

Bila ada yang berminat mengikuti pameran ini dapat menghubungi :
Bapak Deny T. Basuki
Èmail : deny.basuki@kemlu.go.id
Hp. +673 898 3166 atau +673 890 2343

ÙKM Harus Memiliki Marketing Plan



Bidang pemasaran seringkali menjadi hambatan dari sebagian besar pengusaha UKM. Padahal aspek ini memiliki kontribusi yang sangat besar untuk sukses atau tidaknya usaha yang dijalankan. Karena tanpa penguasaan bagaimana memasarkan produk, maka tentu transaksi dan omzet usaha tidak akan tercapai secara maksimal, dan hal ini berpengaruh pada besar kecilnya keuntungan (profit) yang diperoleh untuk membiayai dan menjalankan operasional bisnis.
Hambatan ini salahsatunya disebabkan atas pemahaman bahwa marketing hanyalah bisa dilakukan oleh perusahaan besar dan memiliki budget yang besar pula. Padahal belum tentu juga dengan dukungan anggaran yang besar dapat memasarkan produk sehingga sukses di pasaran. Bahkan banyak kita dulu melihat iklan suatu produk di televisi yang kini produk tersebut sudah tidak ada dipasaran, alias produk tersebut gagal. Dilain pihak juga kita banyak menemukan produk UKM berhasil diterima konsumen dan membuat pengusahanya kaya raya, seperti kripik maicih, semerbak coffe, kebab baba rafi, dan lain sebagainya.
Dengan demikian kita bisa menyimpulkan bahwa UKM juga harus memiliki rencana marketing agar produk yang dipasarkannya bisa dikenal dan diterima oleh konsumen. Perencanaan marketing akan menjadi pedoman bagi UKM dalam memasarkan produknya. Sehingga dengan demikian budget yang terbatas sekalipun dapat efektif dan maksimal.
Ada 8 tahapan yang bisa dibuat oleh UKM dalzm menyusun marketing plzn bagi produknya, yaitu :
1. Tentukan target penjualan (target sales) yang ingin dicapai
Target penjualan dapat mencakup volume yang ingin dicapai seperti dalam jumlah omzet rupiah, jumlah konsumen atau juga jumlah barang yang terjual. Perlu juga ditentukan periode pencapaian atas target penjualan tersebut, bisa per tahun, per semesr (6 bulan), per bulan atau per minggu.
2. Tentukan target market (target konsumen) yang akan dituju dengan produk yang akan dipasarkan.
Target market ini bisa dikategorikan secara demografi seperti area, jenis kelamin (gender), umur dan lain-lain. Bisa juga ditentukan berdasarkan SES (status ekonomi) target market. Penentuan SES dilihat dari seberapa besar pengeluaran konsumen tersebut setiap bulannya, misal SES A untuk strata ekonomj dengan pengeluaran lebih dari 3,5 juta perbulan, SES B untuk pengeluaran 2,5-3,5 jt perbulan, SES C 1-2,5 juta perbulan atau SES D yang besar pengeluaran lerbulannya dibawah 1 juta rupiah.
3. Cek siapa saja pesaing disekitar, baik yang secara langsung menjadi pesaing akibat jenis produk yang sejenis atau juga yang tifak langsung dan atau potensial akan menjadi pesaing dimasa yang akan datang.
4. Tentukan strategi produk
Produk yang akan dijual tentu harus merupakan produk yang bagus (good product) agar dapat diminati oleh konsumen. Ada 4 variabel yang dapat dijadikan pedoman dalam membuat produk yanh bagus ini, yaitu :
a. Àspek Teknis seperti rasa (makanan/minuman), kemasan produk, ukuran atau label (P-IRT atau label halal)
b. Aspek Inovasi seperti mengenai layanan yang disediakan, varian dan keunikan lainnya.
c. Aspek Brand (merek). Disarankan merek harus simple, mudah diingat dan menarik.
d. Aspek USP (Unique Selling Point), misalnya lebih enak, lebih murah, lebih banyak, lebih keren, lebih inovatif, dll
5. Tentukan strategi harga produk
Sebelum menentukan stratei harga, maka tetapkan dulu harga produk tersebut. Penetapan harga bisa dilakukan dengan menghitung biaya produksi dan margin keuntungan, atau melalui survei pasar produk pesaing, atau juga survey kepada calon konsumen.
Setelah harga produk ditetapkan maka bisa ditentukan strategi harga produk tersebut. Misalnya dengan konsep bundling harga (paket produk), discount product, pricing mix, prestige price, dan lain-lain.
6. Pilih distribusi channel yang akan digunakan untuk mendistribusikan produk kepada konsumen
Channel distribusi produk dapat dilakukan melalui :
a. Direct Sales : penjualan langsung kepada konsumen misalnya di toko/kios, gerai, galeri, dll atau bisa juga pesan-antar
b. Reseller atau keagenan
c. Mobile melalui stand pameran, bazaar dl
d. Online melalui website, blog, toko online, marketplace, dll
7. Tetapkan strategi promosi yang akan dijalankan untuk mengenalkan produk yang dijual
Strategi promosi produk bisa dijalankan melalui :
a. Advertising : iklan televisi, radio, koran, majalah, bilboard
b. Direct Marketing : SMS marketing, bbm blast, email marketing,
c. Internet Marketing : website, paid search, seo, app.
d. Sosial Media Marketing : facebook, twitter, blog
e. Event Marketing melalui pameran, expo, blog competition dll
f. Public Relation & Sponsorship
8. Tetapkan strategi sales (strategi penjualan) yang akan dilakukan.
a. Product strategy : seperti melalui trial/tester produk,  paket produk, bundling produk, dll
b. Creative Sales Strategy : seperti diskon berdasarkan umur, tweet diskon, diskon berdasarkan baju yg dipskai, dll
c. Retention Program : melalui kartu membership, pemberian hadiah/gimmick, dll
d. Membentuk team sales : merekrut team sales, training dan menentukan target bagi team sales.
Demikian 8 tahapan untuk menyusun marketing plan bagi UKM. Bila aa pertanyaan dapat dituliskan melalui komentar dibawah ini,

Peluang Usaha - Edisi 24 Maret 2013


1. Reseller Produk Camilan Gurilem "KURUTUK"
Kontak SMS : 0821 2063 1555 (
Lucky Bambang Permadi)
info lebih lanjut : www.tinyurl.com/kurutuk

2. Tersedia JAHE GAJAH
Stok 6 Ton, dengan masa tanam > 9 bulan
Info : Yokvi Panjaitan -- 085764967461
Ketua Kelompok Tani Agung Alami Kab. Kepahiang Bengkulu

3. Usaha Susu Kambing Etawa Bubuk & Susu Kedelai Bubuk
Minat SMS : 085323288887 (Boym Soya Bel)
Harga : Rp. 20.000,- /kotak berat 200 gram

4. Membutuhkan Ikan Lele Jumlah Besar
Siap ambil lele 1 minggu 2 kali, minimal 1 ton atau lebih
Size Lele 8-10 ekor /Kg. Harga Nego
Kontak : 085226639294 atau 081904488000 (
Khadziq Jimon)

Pin Kampanye Gerindra & Caleg



PIN KAMPANYE PARTAI GERINDRA

Pemesanan dapat langsung menghubungi :
M.iQbaL (Infokom Gemira) HP. 08777 5975 000

Email : iqbal@gemira.or.id.
Merchandise merupakan salah satu media promo darat yang sangat ampuh, dengan berbagai macam desain yang menarik. Merchandise dalam Bentuk PIN ini akan sangat diminati terutama Para Kader Partai Gerindra. Produk PIN ini juga dapat dibeli oleh setiap DPD atau DPC masing-masing agar setiap pengurus memiliki dan menggunakan marchandise Partai Gerindra sejak saat ini sebagai bentuk dukungan dan sosialisasi terhadap masyarakat.

Nama Produk : Marchandise PIN Partai Gerindra
Diameter : 5,8 cm

Bahan dan Harga Produk dengan 5 desain yang berbeda dan menarik :

- Bahan Dove Jeruk :
a. Pemesanan Rp.60.000,- (Dapat 20 pcs ) @3.000
b. Pemesanan Rp.100.000,-(Dapat 40 pcs ) @2.500

- Bahan Glossy :
a. Pemesanan Rp.50.000,- (Dapat 20 pcs) @2.500
b. Pemesanan RP.100.000,-(Dapat 50 pcs) @2.000

Abon Lele LELEQU






Abon Lele Merek "LELEQU"

Abon lele adalah abon rendah lemak dan berprotein tinggi, enak, serta baik untuk kesehatan. Hasil karya anak bangsa. Enggak kalah enak dengan abon sapi.. Asli loh.. di jamin enak.

Harga (Belum termasuk ongkos kirim)
a. Rp. 15.000,- (Kemasan Plastik 50 gram)
b. Rp. 25.000,- (Kemasan Plastik 100 gram)
c. Rp. 30.000,- (Kemasan Tabung 100 gram)
d. Rp. 60.000,- (Kemasan Tabung 250 gram)

Pemesanan hubungi langsung penjual :
Bapak Rendra Gusti
Hp. 0878 3007 3499 / 0896 3944 5171
Jln. Gunung Lawu No 50 RT 02/05 Purwokerto Jawa Tengah

Jasa Digital printing di Bogor





 
MOHAN Digital & Photolab
Jasa Digital printing di Bogor

Pencetakan Spanduk / Baliho, menggunakan mesin Jepang dengan kualitas baik...
 
Harga : Rp. 15.000,-
 
Kirim materi design melalui email ke : mohangerindra@gmail.com

Alamat :
Jll. Pahlawan No 27 Bogor Selatan
Hp. 081511388323
Email : mohangerindra@gmail.com

Jasa Sablon Kaos di Purwokerto


CUMI PRINT - PURWOKERTO

Kaos dengan bahannya yang adem banget. jahitannya juga bagus, sablon karet.
Harga : Rp. 100.000,-

Alamat :
Rendra gusti
jln gunung lawu no 50 rt 02 rw 05 bancar kmbar purwokerto
Hp. 087830073499
Email : gprendra@gmail.com

Jasa EO, Fotografer dan Video


GEF PRODUCTION
Menyediakan jasa Event Organizer, Fotografer dan Video

Untuk informasi lebih lanjut :
Charles LO Simbolon Hp. 08111 007 923

Price List Layanan Jasa GEF PRODUCTION
  

Kaos Gerinda Dijual di tees.co.id


Saat ini kaos kampanye GERINDRA dapat juga rekan-rekan peroleh di www.tees.co.id

 Pemesanan bisa dilakukan melalui :
Hp. 0813 1647 5144 (SMS only)
BBM PIN 21F1053E - Pada hari & jam kerja
Èmail : order@tees.co.id

Gantungan Kunci Gerindra


GANTUNGAN KUNCI GERINDRA & PRABOWO

Kini tersedia Gantungan Kunci 2 muka, desain logo Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) dan foto Prabowo Subianto. Bentuk dan desain seperti foto dibawah ini.

Pemesanan per kodi (20 pcs) --> Harga Rp. 70.000,- per kodi
1 kg paket kiriman bisa berisi v4 kodi (80 pcs)

Pemesanan via SMS ke : 0838-1895-1818

Mewangikan Garut Sampai Mancanegara

Mewangikan Garut Sampai Mancanegara

Banyak orang mengenal Garut karena produksi cemilan dodolnya. Padahal, wilayah di Selatan Jawa Barat itu juga terkenal sebagai penghasil rumput akar wangi (Vetiveria zizanioides). Tanaman yang diyakini berasal dari India ini sudah lama (sejak 1920) menjadi salah satu komoditas pertanian di Garut. Bahkan, Garut dikenal sebagai salah satu dari tiga penghasil akar wangi terbesar di dunia, selain Haiti dan Bourbon di Pasifik.
Awalnya, budidaya akar wangi di Garut hanya diolah untuk menghasilkan minyak atsiri, sebagai bahan dasar wewangian atau kosmetik. Untuk itulah, sebagian penduduk di sana berkebun bahan bibit minyak wangi dan menjualnya ke perusahaan minyak wangi di dalam dan luar negeri.
Namun semenjak 1998, akar wangi tersebut mulai banyak dimanfaatkan masyarakat sebagai bahan baku kerajinan tangan khas Garut. Mereka mengolahnya menjadi aneka kerajinan tangan, mulai dari taplak meja, tas, lampion, tudung saji, tutup kulkas, boneka, sarung bantal, hingga sekat ruangan. Boleh dibilang, inilah hasil kerja keras Joana dan temannya, Iin Kartikasari, sehingga kerajinan tangan berbahan baku akar wangi menjadi komoditas unggulan bagi Garut.
Joana sudah lama dikenal sebagai pelukis dan pengrajin handicraft di Garut. Iin Kartikasari, partner bisnis Joana bercerita, awalnya di sebuah pameran Joana menemukan kerajinan tangan khas Bali berbahan baku akar wangi. Padahal Bali bukan daerah penghasil akar wangi.Di pameran lain, ia juga menemukan kerajinan taplak meja bersulam benang diselingi akar wangi.
Padahal di Garut, tanah kelahirannya, Joana lebih sering menyaksikan bahan baku akar wangi teronggok kering layaknya sampah di lokasi penyulingan, serat-serat keringnya hanya jadi bahan terbuang. Padahal, meski dalam kondisi terbuang, tanaman ini masih menebar aroma wangi khas bahan dasar wewangian yang dikenal dengan sebutan Vetiverol.
Karena sedih melihat kenyataan itu, sejak saat itu Joana bertekad memanfaatkan akar wangi yang melimpah di Garut sebagai bahan baku kerajinan tangan. Ia lalu bergandeng tangan dengan Iin Kartikasari, seorang teman yang bermukim di Jakarta. “Untuk mewujudkan usaha itu, kami sempat studi banding ke Jogja melihat pembuatan kerajinan berbahan baku enceng gondok dan mendong. Kami ingin kerajinan yang kami buat nanti menjadi souvenir khas Garut,” cerita Iin.
Dengan modal Rp 1 juta hasil patungan, pada 1998 kedua orang ini memulai usahanya di Garut dengan bendera Graha Mega. “Kami membeli alat tenun bukan mesin dan bahan bakunya. Agar lebih murah kami membeli langsung pada petaninya di Garut. Sedangkan untuk perajin kami manfaatkan perajin lokal sebanyak 10 orang untuk menghemat biaya. Teman saya, Joana, kebagian tugas di produksi, sementara saya bertugas memasarkannya,” terang alumnus S1 Manajemen Unversitas Trisakti, Jakarta ini.
Terkendala di Perajin
Pilihan produk Graha Mega awalnya membuat pernak-pernik perlengkapan rumah tangga. Tapi karena waktu itu modalnya masih kecil, pertama-tama usahanya hanya membuat tempat tisu, tatakan gelas dan aksesoris peralatan rumah tangga lainnya yang ukurannya tidak besar.
Sebagai petugas pemasaran, Iin pun rajin mengikuti pameran-pameran kecil di pusat belanja. “Karena belum banyak kenalan dan pelanggan, kami harus rajin-rajin mengikuti pameran atau menyewa tempat kecil di mal untuk memasarkan produk yang kami beri label Graha .Mega,” papar Iin yang mematok harga kala itu berkisar Rp50 ribu – Rp 500 ribu.
Iin mengungkapkan, selain masih menebarkan wangi meski sudah disuling, serat akar wangi diperlakukan dengan khusus saat hendak dijadikan barang kerajinan. Serat-serat akar wangi hanya bisa ditenun menggunakan alat tenun bukan mesin. “Dan harus dikerjakan sehelai demi sehelai. Karena, kondisi serat akar wangi yang sudah disuling itu kering dan rapuh. Tapi, sangat menarik sebagai ornamen ketika sudah digabungkan dengan tenunan benang dan batik,” katanya.
Aroma wangi alami yang muncul dari bahan baku kerajinan Graha Mega ini perlahan disukai pembeli yang rata-rata kaum perempuan. Melalui pameran itu juga, beberapa pembeli menawarkan diri untuk menjadi perpanjangan tangan Graha Mega, memasarkan produk khas Garut tersebut. Bahkan terdengar kabar, produk Graha Mega ini sudah melanglang buana ke mancanegara, seperti Malaysia dan negara-negara Timur Tengah.
Agar pasar tidak bosan, beberapa bulan sekali Iin dkk kerap mengeluarkan desain baru. “Kami lihat dulu keadaannya. Bila pasar sudah sepi, baru kami keluarkan pasar baru,” tutur Iin yang kini mematok harga mulai dari Rp 50 ribu hingga Rp 5 juta berupa satu set bed cover.
Seiring meningkatnya permintaan, kapasitas produksi dan item produk pun ditambah. Dalam sebulan produksi bisa mencapai 300 item, mulai dari tempat tisu, lampion, penyekat, buffet, hiasan dinding sampai sajadah. Desain produknya pun digabungkan dengan berbagai macam bahan, seperti lukisan, batik garut, batok kelapa, bambu padat dan masih banyak lagi.
Gabungan bahan tersebut, jelas Iin, tidak sembarang dilakukan.Untuk sajadah misalnya, mereka hanya menggabungkan akar wangi dengan batik Garut, sedangkan buffet digabungkan dengan bambu padat, lampion atau hiasan dinding digabungkan dengan lukisan cat minyak. “Untuk membuat produk sebanyak itu dalam sebulan kami memerlukan 10 kg akar wangi,” terang perempuan kelahiran 27 Maret 1971 ini.
Alhasil, omzet yang diraup pun kini berkembang menjadi Rp15 juta per bulan. Dari keuntungan itu juga, Iin dkk akhirnya bisa memiliki kebun akar wangi sendiri di daerah Cilawuk, Garut.
Saking banyak pesanan datang, baik local maupun luar negeri, Iin mengaku kualahan memenuhi permintaan itu, karena terkendala sumber daya manusia (perajin). “Kami sangat terkendala dengan SDM, karena saat ini masyarakat Garut enggan menjadi perajin, mereka lebih memilih bekerja di kantor. Akhirnya kami pun hanya bisa bertahan dengan perajin seperti sejak awal usaha ini berdiri, sebanyak 10 orang,” keluh Iin yang kini membuka gallery di Bintaro, Tangerang Selatan. Selain itu, ia juga memasarkan barang dagangannya secara online.

Kopi Gerindra


KOPI GERINDRA

Kini telah hadir "KOPI GERINDRA"

Kopi kemasan sekali seduh ini diracik dari biji kopi pilihan dan gula. Diproduksi khusus untuk menggalang ngopi sebagai budaya Indonesia dan sangat cocok untuk sosialisasi Partai Gerindra kepada masyarakat melalui pendekatan minum kopi bareng.
KOPI GERINDRA ini diproduksi oleh UKM binaan pengurus PAC Pungging - Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur.

Tersedia dalam kemasan renceng isi 10 sachet @ 25 gr.
Harga Rp. 9.000,- per renceng

Berminat ? Hubungi langsung ke PAC PUNGGING - MOJOKERTO
Bapak Purwogianto - 0823 3021 4096
Bapak Didit Suhardyanto - 0823 3021 4096

Facebook : https://www.facebook.com/pacgerindra.pungging

Sabun Serbaguna Hotrans


Sabun Serbaguna Hotrans
Hubungi 0813 2730 1249 untuk order "harga pabrik

Telah hadir SABUN CUCI PIRING SERBA GUNA, bisa digunakan untuk cuci mobil, sepeda motor dll. Harga murah kualitas tak terkalahkan. Kalau ada yang murah dan hemat mengapa harus pilih yang lain.

Produk kami aman untuk digunakan dan andapun berkesempatan menjadi distributor di kota Anda. Anda boleh milih kemasan produk apabila anda mau menjadi distributor sesuai jangkauan pangsa pasar anda.

Kami juga memproduksi deterjen cair, sabun cuci tangan atau handsoap, sabun cair dll. Inilah saatnya kita berhemat dan memberi yang terbaik bagi pertumbuhan usaha mikro kecil dan menengah. SABUN CUCI PIRING produksi HOTRANS sangat lembut dan aman ditangan...untuk keluarga anda.

Tunggu apalagi?
Hubungi kami di 081327301249 untuk order "harga pabrik"

Info lengkap : www.h-trans.com

DOC Ayam Kampung Super



SEDIA DOC AYAM KAMPUNG SUPER.
SIAP KIRIM KE SELURUH WILAYAH INDONESIA RAYA...

Minat & Konsultasi Hubungi : Catur ( 0856 4318 1828 )
 

New AK Super bergerak dalam bidang penetasan ayam kampung super dengan KAPASITAS PRODUKSI 20 RIBU / MINGGU. Siap menyuplai peternak maupun reseller di berbagai kota di Indonesia.

DOC yang kami tawarkan mempunyai keunggulan cepat panen ( 50 - 60 hari ) dan lebih kebal terhadap penyakit selama manajemen pemeliharaan dengan sesuai dan benar.
Jumlah pembelian yang kami layani minimal 1 BOK berisi 100 ekor plus 2 ekor sebagai cadangan bila Mati.

HARGA UNTUK DIY
Pembelian :
1 - 9 BOK --- Harga per BOK 380 ribu
10 - 19 BOK --- Harga per BOK 370 ribu
20 - 30 BOK --- Harga per BOK 360 ribu
30 BOK UP --- Harga per BOK 350 ribu

Untuk kota-kota diluar DIY maupun LUAR PULAU JAWA harga menyesuaikan LOKASI, JUMLAH ORDER dan ALAT TRANSPORTASI yang digunakan (MOBIL, KERETA API maupun PESAWAT TERBANG)


Gabung di Pasar Gerindra



atau klik disini.

Mohon diperhatikan : 
Kolom isian dengan tanda * berwana merah berarti "harus"diisi 
agar proses pendaftaran anda berhasil.

Selamat bergabung bersama pengusaha ekonomi kerakyatan Indonesia Raya

Kerajinan Tanduk Ukir Sukabumi


Kerajinan Tanduk Ukir Sukabumi
 
Sukabumi - Meneruskan usaha orang tuanya yang dibangun sejak 1920-an, kini Tin Kartini dan anaknya Cecep Maulana  bahu membahu menjalankan Karya Seni Tanduk. Produknya sudah menembus mancanegara, bahkan dipakai untuk frame kacamata buatan Jerman. Anda mungkin penggemar dan pemakai kacamata merek terkenal buatan Jerman. Tapi tahukah Anda bahwa bahan baku pembuatan frame kacamata tersebut berasal dari sebuah desa di Indonesia, tepatnya di kawasan Sukaraja, Sukabumi, Jawa Barat? Ya, bahan baku gagang kacamata kelas atas tersebut memang terbuat dari tanduk kerbau yang merupakan produk kerajinan masyarakat Sukaraja.

“Tanduk kerbau memiliki keunggulan makanya digunakan sebagai gagang kacamata produksi Jerman,” kata pimpinan Karya Seni Tanduk Sukabumi Cecep Maulana. Penggunaan bahan baku tersebut, kata Cecep, setelah dia bersama industri kecil di wilayah itu mengekspor tanduk kepala kerbau ke Jerman dan Brasil, tahun lalu. “Masih ada beberapa negara lain yang meminta dalam jumlah cukup banyak, diantaranya Australia, Jepang, dan Korea. Namun, karena keterbatasan produksi, permintaan itu belum dapat dipenuhi,” paparnya lagi.

Usaha kerajinan tanduk kerbau, kata Cecep, merupakan warisan turun temurun dari kakek neneknya. Menurut cerita Tin Kartini, orang tua Cecep, yang ditemui Gema Rakyat Indonesia di sebuah pameran UKM di Jakarta beberapa waktu lalu, salah satu anaknya (Cecep) memang sedang giat-giatnya mengembangkan usaha yang dibangun orang tua Tin Kartini alias kakek-nenek Cecep sejak puluhan tahun silam.

Saat orang tuanya, Uba dan Onih,  sudah sudah tidak sanggup lagi menjalankan usaha Karya Seni Tanduk yang sudah dijalalankan sejak 1920-an, Tin Kartini lantas meneruskan usaha orangtuanya. “Kala itu pesanan sedang banyak-banyaknya sementara yang menangani usaha tidak ada lagi, Ya, daripada ditolak akhirnya pada 1970 saya memilih melanjutkan usaha ini dengan modal Rp 5 juta yang digunakan untuk membeli bahan baku dan membayar tenaga perajin. Kebetulan saat itu ada pesanan dari Jepang, Korea, Eropa dan Timur Tengah untuk pembuatan hiasan dari tanduk,” kenang perempuan yang biasa disapa Tin ini. 

Tin mengaku, ketika itu produknya lebih banyak diminati pasar luar. Pesananpun tidak sedikit, bisa mencapai satu kontainer. Untuk memenuhi permintaan pasar kala itu, dia mempekerjakan tak kurang dari 40 perajin.
Permintaan desainpun beraneka ragam, mulai dari hiasan tanduk, patung burung, ikan dan sebagainya. “Selain melayani permintaan pasar kami juga kerap menciptakan desain baru. Setiap bulan pasti kami tawarkan desain baru supaya pelanggan tidak jenuh. Tapi biasanya pasar luar lebih banyak memesan hiasan tanduk atau patung,” aku perempuan kelahiran Sukabumi 21 April 1952 ini.

Sementara desain-desain lain seperti gelang, jepitan rambut, sisir, penggaruk punggung kurang diminati. Daripada barang menumpuk, Tin pun mulai memasuki pasar dalam negeri. “Saat suami saya meninggal pada 1975 sayapun total menangani sendiri usaha. Waktu itu produk banyak menumpuk, akhirnya saya menawarkan kerjasama dengan toserba Sarinah  dan membuka workshop di rumah, di daerah Sukaraja, Sukabumi,”cerita dia.

Melalui Sarinah dia kerap diajak pameran ke berbagai daerah di Indonesia dan luar negeri. Selain itu  Tin juga pernah bekerjasama dengan Pasar Raya, sebuah Toserba di Jakarta. Tapi karena harga sewanya yang mahal dan lamanya proses pembayaran, terpaksa kerjasama itu dihentikan. “Pembayarannya lama sekali, perputaran modal saya berhenti,” keluhnya.

Saat Indonesia mengalami krisis moneter dan berbagai guncangan, usaha Tin kena imbasnya. Pesanan dari Eropa sudah tidak ada lagi. Sedangkan Jepang, Korea menurun drastis. Pesanan paling rutin dari Timur Tengah, tapi pesanannya tidak sebanyak dulu. Terpaksalah Tin merumahkan beberapa perajinnya. “Saat ini perajin tetap saya ada lima orang. Kalau ada pesanan, barulah saya bekerjasama dengan perajin di daerah tempat tinggal saya. Sayangnya, sekarang ini sulit sekali mencari perajin yang bisa mengukir tanduk menjadi hiasan patung. Jadi, kalau ada pesanan patung dalam jumlah banyak untuk waktu cepat, terpaksa saya tolak,” aku perempuan paro baya yang masih terlihat enerjik ini.

Untuk mempertahankan usahanya, Tin kerap mengikuti berbagai pameran. Usahanya ini membuahkan hasil. Kini produknya sudah memasuki pasar Kalimantan, Sulawesi dan berbagai daerah di Indonesia. Dalam sebulan, setidaknya Tin bisa memproduksi 500 pieces dengan harga mulai dari lima ribuan sampai jutaan rupiah, tergantung hiasan yang dibuat.Sementara itu, bahan baku untuk membuat hiasan diperolehnya dari Sumatera Utara dan Tanah Abang (Jakarta). “Untuk tanduk kerbau dan sapi saya sudah ada langganan di Medan, sedangkan tanduk kambing saya sudah ada langganan di Pasar Tanah Abang,”aku ibu empat anak ini.

Ke depan, Tin berharap bisa menembus pasar luar negeri kembali. “Tapi karena saya sudah tua, saat ini usaha dilanjutkan oleh anak saya, Cecep Maulana. Untuk memulai pemasaran ke luar negeri, Cecep mulai memasarkan produk lewat internet,” terang Tin berpromosi. Di tangan Cecep, Karya Seni Tanduk saat ini diakuinya masih bisa bertahan. Meski ada produk sejenis yang datang dari China, tapi kerajinan produksi Karya Seni Tanduk, seperti sisir, penggaruk, miniatur hewan, pipa rokok, aksesoris wanita, masih diminati pasar lokal. Menurut Cecep, selama ini kerajinan tangan yang diproduksinya memiliki nilai ekonomi tinggi dan beromzet lumayan, bisa mencapai Rp 15 juta sampai Rp 20 juta sebulan.

Cecep mengatakan, tingginya permintaan terhadap produk miliknya, dikarenakan keunikan bahan baku dan kualitas yang dihasilkan. “Konsumen menilai, bahan baku yang digunakan unik dan jarang. Itulah yang menyebabkan permintaan terus datang. Tentu, kita juga menjaganya dengan menjaga kualitas,” tandasnya.
Blogger Template by Clairvo